Tampilkan postingan dengan label Berita PNPM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita PNPM. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 September 2014
Senin, 03 Maret 2014
Kamis, 27 Februari 2014
15 Lecamatan Terapkan Pola Integrasi | Perencanaan PNPM MPd-Musrenbang Kecamatan
JEMBER-Sedikitnya 15 kecamatan di Jember telah mengintegrasikan tahapan PNPM MPd dengan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan. Tujuannya, agar tidak ada tumpang tindih antara program PNPM MPd dengan program pembangunan yang dilakukan Pemkab Jember di Tingkat kecamatan.
Proses integrasi tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas musrenbang. Selain aktif membahas program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pemangku kepentingan di Kecamatan juga sangat antusias memprioritaskan usulan hasil penggalian gagasan dari tingkat dusun hingga ke desa.
Perencanaan pembangunan pola integrasi merupakan langkah efektif. Kewenangan pendanaan usulan oleh SKPD/daerah dan skala desa dapat dipisahkan. Itu sebagai upaya antisipasi menghindari Overlapping pendanaan usulan. Skema integrasi merupakan langkah strategis dalam menyinkronkan antara renstra daerah/kabupaten dengan resntra desa yang dikenal dengan istilah Satu Perencanaan Untuk Semua.
Kepala Bapemas Jember, Edy B. Susilo menandaskan bahwa untuk tahun 2014 ini, PNPM MPd melaksanakan tahapan skema integrasi dengan perencanaan reguler. Dana stimulan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM MPd yang dialokasikan di Kecamatan tidak bisa mendanai semua usulan masyarakat.
Padahal usulan tersebut merupakan prioritas dan telah diverifikasi dengan melibatkan dinas terkait. Oleh karena itu dengan skema integrasi ini diharapkan agar usulan yang tidak terdanai tersebut bisa menjadi prioritas kecamatan dan diusulkan pendanaannya kepada SKPD melalui Musrenbang Kabupaten. "Sisa usulan prioritas yang tidak mendapatkan alokasi dana BLM PNPM MPd, bisa ditindaklanjuti ke musrenbang kabupaten melalui Forum SKPD. Karena proposal usulan sudah jelas dan sudah diverifikasi,"tegas edy.
Dari 26 Kecamatan lokasi PNPM MPd di Jember, 15 kecamatan sudah menerapkan pola ini. Selebihnya 11 kecamatan menjalankan siklus PNPM MPd pola reguler. Kecamatan yang sudah berintegrasi antara lain : Kencong, Bangsalsari, Jenggawah, Semboro, Umbulsari, Jombang, Rambipuji, Ajung, Sumberbaru, Silo, Panti, Sumberjambe, Mumbulsari, Gumukmas dan Puger.
Integrasi dilaksanakan pada tahapan Musyawarah Antar Desa (MAD) Pendanaan Usulan di bulan Februari. Itu untuk menyesuaikan dengan Jadwal Musrenbang Kecamatan. Sedangkan 11 Kecamatan yang belum melaksanakan tahapan integrasi disebabkan karena keterlambatan progres tahapan PNPM MPd. Kecamatan tersebut antara lain:Mayang, Jelbuk, Tanggul, Wuluhan, Kalisat, Balung, Ledokombo, Pakusari, Sukowono, Arjasa, dan Sukorambi.
Mukhair Djauhari, PjO PNPM MPd Kabupaten Jember menegaskan pola integrasi menuntut kecepatan progres dan keakuratan proses. "Tidak akan ada artinya memaksakan skema intedrasi, tetapi mengesampingkan kualitas dan prinsip PNPM MPd yang partisipatoris, transparan dan akuntabel," ujarnya. Jika prinsip PNPM MPd tersebut dilanggar, tidak menutup kemungkinan akan berdampak negatif pada tahapan selanjutnya, sehingga cita-cita integrasi dalam mengefektifkan perencanaan pembangunan sulit diraih.
Seperti yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Jombang dan Sumberbaru beberapa hari lalu, pola integrasi berjalan cukup efektif. Target prioritas usulan yang disampaikan oleh Tim Pemandu Musrenbang dari SKPD terkait, sudah selaras dengan prioritas usulan masyarakat di musrenbangdes. Output in cukup beralasan karena di Jember sudah mengenal integrasi PNPM MPd.
"Tidak ada kesulitan untuk menerapkan pola integrasi karena Kabupaten Jember berpengalaman melaksanakan pola integrasi pada 2011 hingga sukses menggelar Musyawarah Antar Kecamatan (MAK) setara dengan musrenbang kabupaten dalam mengompetisikan prioritas usulan secara partisipatif dan transparan", imbuh Mukhair.(aro/c1)
Sumber : Radar Jember. Kamis 20 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Kamis, 13 Februari 2014
TARGETKAN 2014 LEBIH BERKUALITAS | Bapemas Gelar Monev Hasil Kegiatan PNPM MPd 2013
JEMBER- Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Jember selaku satker PNPM Mandiri Perdesaan (MPd) berupaya keras meningkatkan kualitas. Salah satu caranya dengan menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (MONEV) PNPM MPd yang dilaksanakan tahun anggaran 2013 lalu. Kegiatan monev PNPM MPd kini menjadi agenda rutin tahunan Bapemas Jember untuk memastikan penggunaan dana BLM tepat sasaran.
Drs. Mukhair Djauhari SH MSi, penanggung jawab operasional (PjO) PNPM MPd Jember memimpin monev memberikan apresiasi positif dan berterima kasih atas kinerja pelaku PNPM MPd. Kegiatan selama PNPM MPd 2013 dinilai sesuai dengan standart perencanaan dan petunjuk program. Terlebih kegiatan swakelola tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebagian besar adalah rumah tangga miskin (RTM).
Salah satunya evaluasi bangunan MCK di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah. Mukhair Djauhari mengaku cukup puas melihat MCK telah memberikan manfaat kepada masyarakat stempat. Demikian juga dengan Gedung Posyandu dan perlengkapan pelayanan kesehatan di Desa Kraton Kecamatan Kencong yang sudah digunakan untuk melayani masyarakat setempat.
"Saya atas nama Satker PNPM MPd Kabupaten Jember mengucapkan terima kasih kepada semua pelaku PNPM MPd di kecamatan dan desa yang telah bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan PNPM MPd tahun 2013". Ungkap Mukhair.
Mukhair menegaskan,masyarakat sekarang sudah memiliki kesadaran pentingnya kegiatan non fisik. "Yang lebih membanggakan adalah masyarakat sudah tidak lagi berorientasi pada kegiatan fisik tetapi lebih pada kegiatan yang bisa menyelesaikan permasalahan,"imbuhnya.
Selain di Jenggawah dan Kenconh, Monev PNPM MPd juga dilaksanakan untuk gedung TK yang ada di Desa Klompangan Ajung, Padomasan Jombang, Tanjungsari Umbulsari dan gedung PAUD di Bagorejo Kecamatan Gumukmas.
Keberhasilan tahun 2013 merupakan tolok ukur PNPM MPd tahun 2014 yang saat ini sedang berproses pada tahapan perencanaan. Pola integrasi satu perencanaan untuk semua kegiatan lebih mengarah usulan kegiatan PNPM MPd. Untuk merujuk pada renstra RPJM Daerah Kabupaten Jember. Hal ini dirasakan cukup efektif, khususnya sebagai upaya antisipasi over lapping pendanaan oleh satauan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Dalam kunjungan ke lokasi PAUD di Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas, Kepala Bapemas Jember, Edy B. Susilo menegaskan perlunya pengawalan proses perencanaan partisipatif oleh jajaran SKPD terkait melalui pemberian informasi rencana teknis kegiatan prioritas di instansinya.
"PNPM MPd tahun 2014 harus lebih baik, efektif dan tepat sasaran karena menggunakan skema integrasi. Oleh karenanya keterlibatan SKPD yang berhubungan langsung dengan usulan masyarakat sangatlah diperlukan, khususnya dalam memberikan informasi prioritas usulan di instansinya", ungkap Edy B. Susilo (aro/c1)
Sumber : Radar Jember, Kamis 23 Januari 2014
Selasa, 31 Desember 2013
BUPATI DJALAL RESMIKAN PNPM | Sinergiskan PNPM MPd dengan RPJMD Jember
| Add caption |
Bupati Djalal juga meresmikan secara langsung kegiatan gedung TK Lestari di areal balai desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. Puncak gebyar PNPM MPd 2013 ini juga di isi dengan gelar produk unggulan kelompok pemanfaat dana bergulir hasil binaan unit pengelola kegiatan (UPK) d
an pameran foto pelaksanaan silus PNPM MPd serta parade Drum band, musik dangdung rajawali dan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Andy Ferry Bisono.
Sebanyak 26 Stand dengan beraneka produk unggulan khas Jember dipamerkan diantaranya berbagai bentuk kerajinan. Seperti peralatan dapur dari alumunium dan kayu, manik-manik, batik tulis, anyaman rotan, sanggkar burung, dan juga beberapa produk makanan hasil karya IRT (industri rumah tangga) kelompok SPP.
Bupati Djalal selaku penanggung jawab PNPM MPd di Jember mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pelaku PNPM MPd yang ikhlas dan penuh loyalitas tinggi telah berperan aktif membangun desanya tanpa pamrih. Bahkan sudah mampu mewarnai proses pengambilan keputusan partisipatif, membangun dengan kekuatan masyarakat secara mandiri.
"Sebagai Penanggung Jawab PNPM MPd Jember, saya ucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pelaku PNPM MPd yang telah ikhlas dan penuh loyalitas tanpa pamrih dalam melopori pembangunan desa secara Mandiri. Pemberintah Kabupaten Jember siap memberikan dukungan pendanaan dan regulasi untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakt Jember", lanjut Djalal.
Bupati berharap melalui moment peresmian tersebut di jadikan evaluasi dan kajian kritis multi dimensi oleh semua pelaku PNPM MPd. Pemanfaat kegiatan dan jajaran birokrasi supaya tahun 2014 Menjadi lebih baik." transparan dan tepat sasaran dengan tidak meninggalkan roh PNPM MPd sebagai program pemberdayaan yang berbasis masyarakat," imbuhnya. (aro/hdi)
Sumber : Jawa post/Radar Jember, Selasa 31 Desember 2013
PNPM MPd Kabupaten Jember Tahun 2013 | Prioritaskan Pembangunan Kualitas Hidup Masyarakat
JEMBER - Hari ini, Senin 30 Desember 2013 Bupati MZA. Djalal meresmikan hasil Program Nasional Pemberdayaan Mandiri Perdesaan (PNPM MPd). Kali ini peresmian secara simbolis realisasi kegiatan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 37.950.000.000. digelar di desa Paleran Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember.
Seperti sebelumnya, kegiatan rutin PNPM Mandiri perdesaan (MPd) tahun anggaran 2013 sudah dilaksanakan Januari-Desember 2013. Puncaknya hari ini, Senin, 30 Desember 2013 yang ditandai dengan peresmian hasil kegiatan yang sudah digagas, direncanakan dam dilaksanakan oleh masyarakat. kali ini peresmian secara simbolis realisasi kegiatan dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp. 37.950.000.000 digelar di desa Paleran Kecamatan Umbulsari sebagai salah saru desa yang mendapatkan alokasi dana PNPM MPd tahun 2013.
Di tahun 2013 PNPM MPd sudah berhasil menyeimbangkan porsi penyerapan alokasi dana di semua bidang kegiatan Mulai Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) Rp. 3.273.050.000 (36,6%) Peningkatan Kapasitas Usaha Ekonomi Kelompok Perempuan/ PKU EKP Rp. 831.382.600 (2,2 %), Operasional UPK Rp. 757.204.900 (2 persen) dan Operasional TPK Desa Rp. 1.137.199.250 (3 persen) yang kesemuanya untuk mendanai 58.386 kegiatan.
"Paparan data tersebut menggambarkan bahwa orientasi PNPM Mandiri Perdesaan di tahun 2013 sudah tidak lagi didominasi oleh kegiatan fisik/ infrastruktur. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat perdesaan di Jember lebih memprioritaskan kegiatan yang berhubungan langsung dengan kualitas hidup manusia:, ungkap Edy Budi Susilo,MSi Kepala badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) Jember.
Dia menilai, bergesernya prioritas usulan masyarakat dalam PNPM MPd, merupakan wujud nyata bahwa kualitas partisipasi masyarakat sudah meningkat. Tidak lagi karena mobilisasi kepentingan kelompok tertentu. Tetapi lebih karena pola pikir terbuka untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.
Hasil ini mendapat apresiasi positif dari Bupati Jember MZA. Djalal untuk terus dilanjutkan pada pelaksanaan PNPM MPd tahun 2014 dengan dikeluarkannya Surat Bupati Nomor: 414.1/821/35.09.315/2013, tertanggal 30 Oktober 2013. Salah satu point dalam surat dimaksud adalah Camat, PJOK, Kepala Desa dan semua Pelaku PNPM MPd lainya harus mengawal dan mengarahkan setiap usulan kegiatan agar benar-benar mengarah pada upaya peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.
"peran Pemkab Jember dalam meberikan kontribusi pendanaan (DDUB) sudah mencapai RP. 47.082.500.000 atau 17,16 persen dari total alokasi BLM PNPM MPd sebesar Rp. 321.400.000.000,"imbuh edy budi susilo.
Memasuki tahun anggaran 2014, Kabupaten Jember mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 37.050.000.000 terdiri dari APBN Rp. 35.197.500.000 "untuk mewujudkan harapan di tahun 2014 sangat tergantung pada niat baik dan komitmen element pelaku PNPM MPd dan pemangku kepentingan yang ada di Jember untuk terus bersinergis dalam melepaskan status sebagai kabupaten dengan rumah tangga miskin (RTM) tertinggi di Jawa Timur,"Pungkasnya .(aro)
POTRET KEGIATAN PNPM MPd.
1. Launching kegiatan tahun 2013 yang dipararelkan dengan evaluasi hasil PNPM MPd tahun 2012 di Gedung Serbaguna.
2. Pelatihan Kades lokasi PNPM MPd untuk mempersiapkan PNPM MPd skema integrasi 2014
3. Pemantapan Camat dan PJOK lokasi PNPM MPd untuk mempersiapkan PNPM MPd 2014.
4. Workshop hukum penanganan masalah
5. Penyaluran Bansos
6. Pelatihan Kelompok SPP
7. Pelatihan BKAD dan BP UPK
8. Pelatihan UPK
9. MAD Prioritas dan penetapan usulan
10. Kegiatan jalan rabat desa
11. kegiatan kesehatan
12. kegiatan pendidikan
13/ kegiatan pelatihan
14. kegiatan pengelolaan dan bergulir
Sumber : Jawa Post/Radar Jember, Senin 30 Desember 2013
Senin, 30 Desember 2013
Besok Gebyar PNPM MPd di Desa Paleran Kecamatan Umbulsari | Gerakan Kelompok Perempuan Berwirausaha
JEMBER - Aset produktif dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) di Jember cukup besar. Hingga kini telah mencapai Rp. 63.758.019.222. Jumlah ini terkumpul selama 11 tahun pelaksanaan PNPM MPd. termasuk saat masih bernama Program Pengembangan Kecamatan /PPK.
Uniknya pengelolaan dana bergulir ini dikhususkan bagi kelompok perempuan yang tidak memiliki akses untuk pinjam ke bank komersial dan diberlakukan tanpa agunan. Aset di atas dibangun dari modal awal sebesar Rp. 37.780.014.200 yang digulirkan kepada 3.872 kelompok dengan 67.696 orang pemanfaat.
Dengan perkembangan aset yang cukup signifikan mendorong satker dan jajaran pelaku PNPM MPd di Jember menfasilitasi terbentuknya tata aturan pengelolaan dana bergulir, termasuk pemberian reward dan punishment yang diliai cukup efektif dalam menstabilkan angsuran kelompok pada posisi 96,85% di akhir tahun 2013.
Demikian juga dengan pemerintah pusat. melalui surat dirjen no : 991/1806/PMD, tanggal 27 pebruari 2013 diteaskan bahwa bagi kecamatan yang tidak mengakses dana SPP dikarenakan posisi Idle Fund (dana mengendap yang cukup tinggi, red) dan tunggakan yang relatif besar, diberikan kesempatan untuk mengalihkan alokasi dana simpan pinjam (SPP) untuk kegiatan peningkatan kapasistas usaha ekonomi kelompok perempuan (PKUEKP).
| Penyaluran SPP kelompok perguliran |
PKUEKP ini bisa di wujudkan pada aspek yang mendukung kegiatan pengelolaan dana bergulir, diantaranya adalah : pelatihan pendukung kualitas dan produktifitas UEKP. pembelian barang modal dan usaha produksi UEKP, prasarana/infrastruktur yang terkait langsung dengan UEKP (non individu), usaha produktif kelompok perempuan berbasis unggulan kewilayahan atau penunjang peningkatan ekonomi rumah tangga ."harapan pemerintah adalah agar perempuan bisa mandiri, mampu berwira usaha dan menambah penghasilan keluarga, " uangkap kepala Bapemas Jember Edy Budi Susilo.
hingga saat ini, dari pengelolaan dana bergulir sudah terkumpul surplus sebesar Rp. 19.388.123.326 dari total surplus tersebut, Rp. 1.813.528.452, telah dialokasikan untuk golongan masyarakat miskin non potensial yang tidak dapat mengakses SPP agar dapat merasakan manfaat PNPM MPd. yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan khitan massal untuk 708 anak, nikah massal untuk 59 pasang, pembagian sembako 12.845 paket untuk RTM, kambing gulir untuk 30 orang, pemberian makan tambahan (PMT) untuk 17.421 balita dan lansia, peduli duafa untuk 804 KK, Beasiswa bagi anak kurang mampu 1.946 anak, ternak bebek bagi RTM 38 orang dan perbaikan rumah kurang layak huni 12 unit (aro/cl)
Sumber : Jawa Post/Radar Jember, Minggu 29 Desember 2013
PNPM MANDIRI | SUKSES GELAR 58.368 KEGIATAN? | Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan
![]() |
| Bupati Jember MZA Djalal saat meresmikan salah satu kegiatan PNPM MPd Jember |
PNPM Mandiri Perdesaaan (MPd) Jember telah berhasil membangun berbagai infrastruktur di Jember. Program PNPM MPd berupa bantuan langsung masyarakat (BLM) selama 10 tahun terakhir (2003-2012) telah sukses menggelar 58.386 kegiatan. Paling banyak berupa kegiatan fisik.
Dari kegiatan itu, tidak kurang dana sebanyak Rp. 218.255.856.800 di gunakan untuk membangun sarana prasarana, salah sarunya pembangunan infrastruktur perdesaan. Jumlah itu sekitar 76,99 persen dari total BLM PNPM MPd Rp. 283.450.000.000 yang masuk di Jember.
Pembangunan infrastruktur perdesaan sejalan dengan prioritas Bupati Jember MZA. Djalal dalam membangun Jember. Sebab, pembangunan infrastruktur perdesaan menyentuh langsung masyarakat miskin. Terbitnya surat Bupati Jember Nomor 414.1/573/35.09.315/2012, tanggal 5 september 2012 tentang pedoman penggunaan dana PNPM MPd, cukup efektif mengakomodasi gagasan masyarakat. baik kegiatan ekonomi dana bergulir, kesehatan, pendidikan, pelatihan dan infrastruktur perdesaa.
Alokasi BLM tahun 2013 sebesar Rp. 37.950.000.000 sudah direalisasikan secara proposional dalam beberapa bidang kegiatan: Antara lain simpan pinjam khusus perempuan (SPP) Rp. 3.273.050.000 atau 8,6 persen, sarana prasarana Rp. 9.442.789.850 atau 24,9 persen. kemudian kesehatan Rp. 8.607.042.650 atau 22,7 persen, pendidikan Rp. 13.901.330.750 atau 36,6 persen. Peningkatan Kapasitas Usaha Ekonomi Kelompok Perempuan/ PKU EKP Rp. 831.382.600 atau 2,2 persen, Operasional UPK Rp. 757.204.900 atau 2 persen dan Operasional TPK Desa Rp. 1.137.199.250 atau 3 persen. "Protret hasil kegiatan tahun 2013 di atas, membuktikan bahwa PNPM Mandiri Perdesaan mulai bersinergi dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang merujuk pada dokumen RKPDesa sebagai dokumen perencanaan pembangunan partisipatif, "ungkap kepala Bapemas Jember Edy Budi Susilo.
Dengan demikian upaya PNPM Mpd dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Jember semakin mendekati hasil. Mengingat, salah satu pendekatan PNPM MPd adalah pembangunan " manusia" sebagai mana tertuang pada Millennium Development Goals (MDGs).
PNPM MPd memprioritaskan pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan yang merupakan aset jangka panjang yang akan mampu memperbaiki kualitas hidum masyarakat " dari sudut pandang kuantitatif 14 indikator kemiskinan 2 bidang dimaksud sudah mempunyai point para meter yang dapat mengubah Jember dari status kabupaten dengan angka kemiskinan paling tinggi di Jawa Timur, "imbuh Mukhair Djauhari, Faskab PNPM Mpd.
Perencanaan PNPM MPd 2014 mendatang menggunakan skema integrasi. skema integrasi mengharuskan desa mempunyai dokumen perencanaan pembangunan sebagaiu Bank data usulan untuk diajukan pendanaanya melalui anggaran rutin pemerintah maupun program - program yang berbasis pemberdayaan. pengalaman melaksanakan Tahapan Integrasi Sudah dimiliki pada tahun 2011 ketika jember menjadi pilot project Kabupaten Integrasi. Social Capital masyarakat Jember sudah familiar dengan perencanaan partisipatif dengan segala konsekwensi pengambilan keputusan yang demokratis, 211 desa lokasi PNPM MPd di 26 " kecamatan sudah mempunyai dokumen RPJMDes dan RKPDes" dan dukungan Bupati Djalal untuk PNPM MPd tahun 2014 melalui surat BUpati Jember menegaskan setiap program yang memanfaatkan dana pemerintah (APBN dan APBD) harus mengacu pada dokumen RPJMDes dan RKPDes," imbuhnya".
Kegiatan dikawal agar benar-benar mengarah pada upaya peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan. tugas pengawalan inilah yang harus didukung oleh komitmen yang tinggi dari para pemangku kepentingan dan pelaku PNPM MPd baik dari jajaran teknokratis, legislatif maupun masyarakat secara partisipatif. sehingga apa yang menjadi cita-cia bersama masyarakat Jember terlepas dari garis Kemiskinan Dapat Terwujud. (aro/cl/hdi)
Sumber : Jawa Pos/Radar Jember, Sabtu 28 Desember 2013.
Kamis, 07 November 2013
Pelatihan Pendamping Lokal PNPM-MPd Kabupaten Jember 2013
| NARASUMBER PELATIHAN PL PNPM MPd KABUPATEN JEMBER 2013 |
PNPM MPd dalam melaksanakan Program dipandu dan di fasilitasi oleh fasilitator. fasilitator dalam PNPM Mandiri Perdesaan mengandung pengertian membantu dan menguatkan masyarakat agara dapat dan mampu mengembangkan diri untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan Potensi Yang di miliki.
| PESERTA PELATIHAN PL PNPM MPd KABUPATEN JEMBER 2013 |
Optimalisasi peran pendampinh lokal perlu senantiasa ditingkatkan utamanya kapasitas dan kapabilitas personilnya. upaya meningkatkan kapasitas dan perannya perlu dilakukan secara berkelanjutan baik melalui forum-forum formal maupun informal. salah satu wujud dari peningkatan kapasitas tersebut adalah dengan pelatihan Pendamping Lokal sebagai bagian dari program pelatihan bagi masyarakat dalam meningkatkan peran dan fungsinya.
| SUSASANA PADA SAAT PENYAMPAIAN MATERI |
Pelatihan pendamping lokal dengan tujuan Meningkatkan pemahaman tentang tupoksi pendamping Lokal dan Aplikasinya dilapangan. Pelatihan diselenggarakan mulai hari Senin 21 Oktober 2013 sampai dengan 23 Oktober 2013 bertempat di Hotel Rembangan Jember dengan jumlah peserta 26 pendamping dari 26 kecamatan berdasarkan surat penetapan Camat di masing-masing Kecamatan. Sumber pendanaan berasal dari laokasi DOK PNPM-MPd yang dikelola oleh masing-masing UPK se-kabupaten Jember.
Program Harus Tepat Sasaran
![]() |
| DIDIKLAT DULU : Untuk optimalisasi sasaran PNPM, seluruh kades dikumpulkan di Hotel Panorama, kemarin. |
Kaliwates - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) yang telah digulirkan pemerintah pusat untuk mengangkat masyarakat di wilayah pedesaan akan lebih diintensifkan lagi pada para Kades. Sebab, Kades mempunyai tanggung jawab pen
uh demi terlaksananya program nasional ini. Mulai dari perencanaan, pembangunan, sampai dengan evaluasi pembangunan.
Untuk optimalisasi itulah, BAPEMAS Jember menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Kades selaku pejabat di tingkat pedesaan. Acara itu di gelar di Hotel Panorama, kemarin (22/10)."Agar produk-produk hukum sebagai kebijakan desa yang dilahirkan Kades tidak berdampak hukum negatif bagi Kades itu sendiri,"kata Keta Satker PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Jember, Edy B. Susilo.
Dengan diklat, maka kapasitas Kades membuat RPJM Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP-Des) dapat ditingkatkan. Hal itu juga sebagai acuan untuk melaksanakan program PNPM-MPd ini. "Pada 2014 nanti hanya akan diberikan bagi desa-desa yang telah mempunyai RPJM-Des dan RKP Des", tegasnya.
Edy juga mengungkapkan, tiap desa juga harus menyelesaikan profil desa sebagai syarat mutlak mendapatkan program PNPM. diungkapkan dari 211 desa yang ada, semuanya telah menyelesaikan sekitar 75 persen, hanya ada 5 desa saja yang di bawah 50 persen.
Edy berharap dengan adanya pelatihan ini semua Kades mampu mengola kebutuhan masyarakat yang dituangkan dalam Perdes untuk dijadikan sebuah RPJM Desa dan RKP Des sehingga program yang telah diluncurkan oleh pemerintah ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Sementara itu PJO PNPM-MPd, Muhkair Djauhari mengatakan, Bapemas berharap kades bisa mengawal program PNPM ini dari program partisipatif menjadi program pembangunan reguler. Mukhair berkeinginan agar setiap Kades bisa membentuk badan koordinasi lembaga desa untuk pelestarian aset PNPM-MPd, karena aset-aset tersebut menjadi aset desa. "Oleh karenan itu, seluruh perencanaan pembangunan, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan hendaknya dilakukan oleh masyarakat yang dipantau langsung oleh Kades", katanya. (Jum/cI/hdi)
Sumber : Radar Jember 23/10/2013
Minggu, 21 Juli 2013
SPP Kecamatan Capai Surplus | Bapemas Bagikan Perlengkapan Sekolah
![]() |
| PJO Kabupaten Jember. Drs. Mukair Djauhari, SH.M.Si saat menyerahkan bantuan. |
Memo Jember Senin, 8 Juli 2013
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) telah digulirkan pemerintah pusat untu mengangkat masyarakat di wilayah pedesaaan dari kemiskinan.
Hasilnya bisa dilihat dan dirasakan adanya perubahan yang signifikan di sektor perkonomian masyarakat.
Hal itu direalisasikan dalam bentuk pembangunan sarana infrastruktur pedesaan, program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) bertujuan meningkatkan nilai ekonomis ibu rumah tangga dan membantu perekonomian keluarga.
Untuk itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) Kabupaten Jember yang merupakan badan yang membidangi peningkatan kesejahteraan masyarakat pemberdayaan memberikan sebagaian laba surplus dari hasil SPP itu kepada anak-anak yang kurang mampu di wilayah desa penerima bantuan
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) telah digulirkan pemerintah pusat untu mengangkat masyarakat di wilayah pedesaaan dari kemiskinan.
Hasilnya bisa dilihat dan dirasakan adanya perubahan yang signifikan di sektor perkonomian masyarakat.
Hal itu direalisasikan dalam bentuk pembangunan sarana infrastruktur pedesaan, program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) bertujuan meningkatkan nilai ekonomis ibu rumah tangga dan membantu perekonomian keluarga.
Untuk itu, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) Kabupaten Jember yang merupakan badan yang membidangi peningkatan kesejahteraan masyarakat pemberdayaan memberikan sebagaian laba surplus dari hasil SPP itu kepada anak-anak yang kurang mampu di wilayah desa penerima bantuan
PNPM-MPd.
" Pemberian bantuan ini diperoleh dari hasil surplus SPP. Bantuan itu dirupakan dalam bentuk alat-alat sekolah seperti buku tas sekolah dan alat tulis sekolah sebanyak 174 paket," ujar Ketua Satker PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Jember, Drs. Edy B. Susilo, M.Si melalui PJO Kabupaten Jember. Drs. Mukair Djauhari,SH.M.Si.
" Pemberian bantuan ini diperoleh dari hasil surplus SPP. Bantuan itu dirupakan dalam bentuk alat-alat sekolah seperti buku tas sekolah dan alat tulis sekolah sebanyak 174 paket," ujar Ketua Satker PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Jember, Drs. Edy B. Susilo, M.Si melalui PJO Kabupaten Jember. Drs. Mukair Djauhari,SH.M.Si.
Pembagian bantuan itu dilakssanakan di Balai Desa Balung. Pemberian bantuan alat tulis sekolah ini merupakan langkah kepedulian dari BAPEMAS selaku Satker PNPM.
"Pemberian bantuan kebutuhan sekolah itu untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk sekolah. Bantuan yang kami berikan diambil dari hasil surplus SPP. Ini sekaligus waktunya anak-anak memasuki ajaran baru yang dibutuhkan alat-alat tulis dan perlengkapan sekolah, anak-anak dari keluarga kurang mampu," tuturnya.
Mukair berharap bahwa Program SPP yang dijalankan dari PNPM mulai dari tahun 2009 sampai dengan 2012 ini benar-benar manfaat bagi semua pihak, tidak hanya bagi pelaku PNPM-MPd saja. Dijelaskan juga, bahwa dikecamatan balung yang melaksanakan PNPM-MPd ini dengan total anggaran sebesar Rp. 9.250.000.000.
Total alokasi dana itu sebagian diperuntukkan bagi Simpan Pinjam Khusus Perempuan mulai tahun 2009-2012 telah mengalami surplus.
Selain itu, telah dilaksanakan untuk pembangunan rumah kurang layak huni bagi keluarga miskin dan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak kurang mampu dan anak miskin.
"Ini akan kami lakukan secara terus menerus selama program PNPM-MPd ini ada. Shingga hasilnya benar-benar maksimal dan menyentuh hingga masyarakat yang tidak mampu di seluruh Kabupaten Jember," pungkasnya. (tok/tgh/hms).
Sumber: Memo Timur (MEMORANDUM) (08/07/2013).
"Ini akan kami lakukan secara terus menerus selama program PNPM-MPd ini ada. Shingga hasilnya benar-benar maksimal dan menyentuh hingga masyarakat yang tidak mampu di seluruh Kabupaten Jember," pungkasnya. (tok/tgh/hms).
Sumber: Memo Timur (MEMORANDUM) (08/07/2013).
Kamis, 18 Juli 2013
PNPM MPd Bagikan 265 Paket Sembako | Peduli Dhuafa dan Anak Yatim
![]() |
| Pemberian Simbolis Bantuan RTM PNPM-MPd kab. Jember |
Jember, Rabu: 17 Juli 2013. Bulan suci Ramadhan penuh barokah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) memberkan rasa kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu.
Salah satunya penyaluran dana sruplus PNPM-MPd yang diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dengan bukti kongret menyalurkan sembako.
kepedulian itu agar turut menyukseskan program mengentaskan kemiskinan. Konsep pemberdayaan masyarakat yang dijadikan obyek sekaligus subyek yang selama ditanamkan dan dirasakan oleh semua msayarakat. Hal ini bisa dilihat PNPM-MPd di kecamatan Umbulsari.
Di Umbulsari telah berhasil melaksanakan pembagian bantuan sosial dari dana surplus PNPM-MPd tahun anggaran 2012 bagi rumah tangga miskin (RTM) yang berlangsung di aula pendopo umbulsari.
Sumber: Radar Jember (18/07/2013).






.jpg)










